Kamis, 01 Maret 2012

jejak malam

kutelusuri langkah langkah kecil yang berpijak tanpa henti
namun aku kehilangan jejak ketika berada di persimpangan ujung jalan itu
aku pun surut,di sertai dengan air hujan yang memainkan sendi tubuhku

angin pun mampir menghempuskan aroma kebimbangan
namun ia masih sempatkan bertanya
Siapa yang yang kau cari anak mudah ?

aku pun tersadar seketika mendengar pertanyaan itu
jawabku,aku mencari bunga yang meniggalkan sarinya
ia pun berlalu

aku bertanya dalam hati
Apakah ia mencari jejak itu ?
Mengapa ia pergi tanpa sepatah kata sekali pun ?

gontah kaki semakin kaku
aliran darah seakan membeku
jalanan semakin tampak tidak jelas
tak ada rembulan malam ini

semuanya sudah berlalu
semuanya cukup sampai di sini
usai sudah kisah ini
yang terhenti di tengah jalan sampai maut datang merenggut mimpi itu..!!

0 komentar:

 
Copyright© picisansastra