Kamis, 01 Maret 2012

kebahagiaan itu terletak ketika kita berbagi

aku ingin mengawali cerita hari ini dengan senyum
aku ingin berbagi kepada alam
aku teringat akan sebuah cerita masa lalu,
Ada seorang pemburu yang masuk kehutan mencari buruan untuk di makan
namun alhasil,tak ada mangsa yang di lihatnya.
ia pun merasa kecewa dan hampir tidak percaya,baru kali ini ia merasa sangat sial
dan ketika ia ingin bergegas pulang,ia melihat seekor rusa,namun tak lama kemudian muncul lagi 1 namun agak kecil,mungkin sepasang rusa antara induk dan anak
semangatnya pun tiba tiba bangkit kembali
gairahnya semakin tak terkendali,
ia pun mencari posisi yang tepat,posisi dimana ia memungkinkan untuk menembak rusa itu
ia pun melakukan ancang ancang tepat di belakang pohon besar itu,pohon yang mampu menutupi seluruh bagian tubuhnya
jika dilihat dari depan hanya senjatanya yang terlihat,itu pun dalam keaadan samar samar,karna banyak cabang-cabang pohon yang menutupi
posisi rusa itu dalam keadan sempurna bagi seorang pemburu
pada saat ia ingin melepaskan pelatuknya
ia sempat berpikir"Rusa yang manaka yang akan ia tembak,
Apakah yang besar atau yang kecil ?
ia bingung sejenak,lalu setelah melalui perdebataan yang relatif singkat antara pikiran dan hatinya.
pikiranya yang memenangkan perdebatan itu
ia memilih rusa yang besar dengan alasan lebih memuaskan.
selang beberapa menit kemudian ia melepaskan tembakannya dari jarak yang cukup jauh,kira-kira sekitar 50 m.
namun tembakanya sedikit pun tidak meleset,ia tepat mengenai bagian perutnya.ia pun langsung tersungkur di tanah.
setlah melihat induknya terkapar di tanah, rusa kecil itu tiba-tiba merasa ketakutan,
ia pun berlari masuk kehutan menjauhi induknya setelah melihat pemburu itu mendekat.
hati pemburu itu sangat senang ia pun mengangkat rusa itu dengan susah payah dengan berlumuran darah untuk memindahkanya ketempat yang lebih aman,nyaman dan memungkinkan pemburu itu untuk menyantapnya.perutnya dari tadi terasa lapar tidak tahan lagi ingin menyantapnya.
namun di tengah perjalanan ada seorang kakek yang datang mendekat untuk meminta sedikit dari hasil buruanya kakaek itu sudah tiga hari tidak makan hanyaa air yang mengisi perutnya,namun ia menolak mentah-mentah,dan memaki-maki orang tua itu"enak saja saya yang jerih paya mendapatkanya kamu yang dapat hasilnya''.setelah mendengar pernyataan pemburu itu,kakek itu pun menaburkan senyum di antara mukanya yang keriput lalu mengucapkan"terimah kasih"dan ia pun berlalu.
singkat cerita ia pun membakar rusa itu dengan hati yang riang,setelah matang ia menyantapnya dengan sangat lahap
ia makan dan makan namun tiba-tiba dalam sekejap ia meneteskan air mata
ternyata ia menagis dengan terseduh seduh
entah apa yang membuatnya menangis
ia menyesali perbuatanya,ia tersadar ketika tak mampu menghabiskan hasil buruanya karna ia sadar nantinya daging rusa itu akan membusuk jika tidak di habiskan
ia sangat menyesal karna bukan rusa kecil itu yang di tembaknya
Sepatah kata keluar dari mulutnya
"KEBAHAGIAAN ITU TERLETAK KETIKA KITA  BERBAGI"

dari cerita di atas,ia ingin menyampaikan sesuatu,bahwa kerakusan hanya akan mengantarkan kita pada sebuah titik jenuh,dan akan membuat diri kita orang yang tidak berprikemanusiaan di mata orang lain.
hanya dengan berbagilah kita dapat merasakan indahnya sebuah kebahagiaan.
berbagi dalam segala hal mulai dari yang kecil hingga yang besar,mulai dari yang tampak hingga kepada yang tak tampak,apakah itu tengtang penderitaan  atau kebahagiaan
Apakah itu menyangkut soal hati,rasa senang,benci,emosi,dendam,dan lain-lain
ataukan itu mengenai pikiran.jenuh,galau,pikiran kacau dan seterusnya.

0 komentar:

 
Copyright© picisansastra